3 Penyebab Perut Anak Buncit yang Wajib Orangtua Ketahui

Apakah Moms sering merasa khawatir saat perut anak Moms buncit? Tentunya ibu-ibu juga memiliki banyak pertanyaan di dalam hati, apakah ini serius? Buncit itu  suatu kondisi di mana perut terlihat membengkak atau membesar.Padahal, hal pertama yang perlu Moms perhatikan adalah apakah kembung itu terjadi saat berat badan bayi bertambah, atau justru kurus tapi kembung?Yang perlu Moms ketahui adalah ketika anak Moms masih di usia sekitar 1-5 tahun, perut anak Moms belum cukup kuat.

Jadi jika sikecil makan banyak dan perutnya membuncit, itu normal dan Moms tidak perlu mengambil pusing soal hal tersebut. Biarkan mereka menikmati masa pertumbuhan dan perkembangan mereka.Namun lain cerita jika perut buncit membuat perut balita sakit hingga malah  kehilangan nafsu makan atau mengalami gejala mual dan muntah. Inilah yang perlu ibu waspadai dan cari tahu penyebabnya.

Berikut beberapa penyebab perut si kecil membuncit, yang menimbulkan rasa tidak nyaman pada perut : 

1.Intoleransi Laktosa

Intoleransi laktosa terjadi ketika usus kecil tidak menghasilkan cukup enzim laktase untuk mencerna laktosa pada susu atau produk olahannya. Biasanya, laktase mengubah gula susu menjadi dua gula sederhana (glukosa dan galaktosa), yang diserap ke dalam aliran darah melalui lapisan usus.

Sebuah penelitian dari Cleveland Clinic, diperkirakan 68% persen populasi dunia tidak toleran laktosa. Kebanyakan orang dengan gangguan pencernaan ini adalah ras dan etnis, seperti Latin, Afrika-Amerika, Asia, dan Eropa Timur.

Kondisi yang mirip dengan intoleransi laktosa adalah alergi susu. Alergi susu adalah penyakit yang berhubungan dengan sistem kekebalan tubuh. Jika sistem kekebalan seseorang sensitif terhadap protein susu, mereka dapat mengembangkan reaksi alergi.

2.Sembelit 

Bayi yang cukup mengkonsumsi ASI umumnya tidak akan susah bab atau bermasalah dengan buang air besarnya dan jarang dijumpai kasus sembelit. Demikian juga pada bayi yang sudah mendapat makanan tambahan (makanan padat pendamping ASI), lebih jarang lagi mengalami sembelit, selama makanannya cukup mengandung serat (dietary fiber). 

Salah satu masalah pencernaan yang banyak terjadi pada anak-anak adalah susah buang air besar (BAB) atau sembelit.  Sembelit adalah ketidakmampuan mengeluarkan tinja secara sempurna, frekuensi BAB berkurang dari biasanya, dan tinja lebih keras, lebih besar, dan nyeri dibandingkan sebelumnya. Sembelit dapat mengganggu kualitas hidup anak. Selain menyebabkan perut terasa penuh, sembelit juga dapat memicu sakit perut dan enkopresis (BAB yang tidak disengaja) pada kondisi yang kronis. 

Tapi harap perhatikan ya Moms, masa transisi makanan biasanya justru meningkatkan risiko sembelit, terutama bila pemberian makanan padat kurang baik atau kurang disertai minum yang cukup.  Makanan padat pertama bayi biasanya berupa bubur susu.  Usus bekerja lebih giat apabila makanan harian sudah mulai lebih padat. 

3.Kembung  (Aerophagia)

Mengutip dari About Kids Health, perut kembung adalah gangguan pencernaan akibat udara atau gas yang menumpuk di usus. Ini bisa terjadi ketika banyak udara yang tertelan saat makan dan minum.Selain itu, anak juga dapat mengalami masalah perut kembung karena terjadinya sembelit. Hal ini karena tinja sudah cukup lama berada di usus besar sehingga bakteri terus mengolah kotoran tersebut yang akhirnya menimbulkan gas pada perut. Maka dari itu, setiap orangtua harus mengetahui cara yang efektif untuk mengatasi gangguan perut kembung agar anak kembali ceria seperti sedia kala. Berikut caranya:

Klik salah satu Customer Service kami pilih reseller jika anda reseller, pilih customer biasa jika anda customer