Bayi Prematur akan Kesulitan Fokus saat Dewasa?

Kelahiran prematur merupakan persalinan yang terjadi lebih dari tiga minggu sebelum tanggal perkiraan kelahiran bayi. Dengan kata lain, kelahiran prematur merupakan persalinan yang terjadi sebelum awal minggu ke-37 kehamilan.  Sampai saat ini, kondisi kelahiran prematur masih menjadi sorotan karena dianggap sebagai masalah kesehatan serius. Sebab, bayi prematur kerap berisiko mengalami berbagai masalah kesehatan.

Salah satunya adalah memiliki tinggi badan yang kurang, sekaligus memiliki tubuh kerdil, saat mulai memasuki pertumbuhan. Tak hanya itu, sebagian orang juga meyakini kalau bayi prematur juga akan memiliki kecerdasan intelektual (IQ) dan kesulitan fokus saat dewasa.

Mengutip dari salah satu media daring nasional, dokter spesialis anak di Rumah Sakit Brawijaya, Muhammad Vinci Ghazali mengatakan kalau keyakinan bayi prematur sulit fokus bukan tanpa alasan. Sebab, banyak orang tua yang masih memiliki pengetahuan kurang seputar penanganan bayi prematur. Memang benar adanya bayi prematur berisiko mengalami sejumlah masalah kesehatan. Misalnya seperti kesulitan fokus atau memiliki IQ rendah, ketika dirinya beranjak dewasa. Meski begitu, sebenarnya beberapa risiko tersebut bisa diminimalkan. Sebagai contoh, ibu hamil bisa melakukan perawatan dan pemeriksaan intensif sejak bayi dilahirkan. Pendarahan di otak bisa menyebabkan bayi yang lahir prematur ‘tertinggal’ dari bayi normal. Tapi bisa dicegah, kita cek apakah ada pendarahan atau tidak. Jika memang ada pendarahan, prosedur-prosedur medis bisa segera dilakukan. Selain itu, orang tua juga perlu mengetahui bahwa tidak semua bayi prematur tumbuh dengan kekurangan. Justru, banyak yang tetap dapat hidup normal dan berprestasi selayaknya bayi yang lahir dari persalinan penuh bulan.

Klik salah satu Customer Service kami pilih reseller jika anda reseller, pilih customer biasa jika anda customer