Jangan Remehkan Ibu Rumah Tangga, 5 Alasan Ini Membuktikan Perjuangan Ibu Rumah Tangga!

Pekerjaan tidak dibayar yang terberat? Jika ada pertanyaan seperti itu, jawaban yang tepat adalah Ibu Rumah Tangga. Mengapa demikian? Karena menjadi Ibu Rumah Tangga berarti Moms harus siap bekerja 24 jam sehari tanpa gaji, tanpa cuti dan sangat sedikit waktu istirahat. Seorang Ibu Rumah Tangga tentunya akan mengurus rumah seorang diri, memastikan semua yang ada di dalam rumah tetap rapi dan bersih sampai suami pulang, apalagi jika sudah memiliki anak. 

Nah, biar tahu lebih banyak tentang beratnya perjuangan seorang ibu rumah tangga, Kumapedia memberikan 5 alasannya. Yuk, simak baik-baik.

  • Melawan Nyinyiran Orang Lain 

 

Seringkali komentar negatif dan opini merendahkan tentang pekerjaan Ibu Rumah Tangga datang dari orang-orang di sekitarnya. Entah karena tidak menghasilkan uang atau karena selalu berdiam diri di rumah, sehingga banyak ibu rumah tangga yang diremehkan.

Hal positif dan negatif bisa menular ke orang lain. Jika Moms dikelilingi oleh orang-orang yang positif, hidup Moms juga akan terpengaruh secara positif. Sebaliknya, jika Moms sering berinteraksi dengan orang-orang negatif, Moms berisiko terbawa arus negatif.

Jangan khawatir Moms, apalagi jika cibiran itu dimasukkan ke dalam hati, karena akan menghambat produktivitas yang Moms lakukan. Di samping itu, tidak baik untuk mental jika menghabiskan banyak waktu dengan orang-orang yang mengganggu Moms. Waktu Moms sangat berharga, jadi habiskan dengan orang-orang yang memiliki pengaruh positif pada diri Moms.

  • Ijazah dan Gelar Yang Diperoleh Rela Disisihkan

Tidak jarang seorang perempuan yang berpendidikan tinggi, memiliki ijazah dan gelar yang diperjuangkan mati-matian, namun tetap memilih untuk menjadi ibu rumah tangga.

Ini semua dilakukan untuk suami dan si kecil yang bisa mendapatkan perhatian penuhnya, menikmati masakan rumahan dan tinggal di rumah yang bersih dan nyaman. Selain itu, Moms tidak ingin menyia-nyiakan sedetikpun waktu karena bisa mengasuh dan memantau perkembangan si kecil, yang lebih penting lagi, si kecil bisa mendapatkan pendidikan langsung dari orangtuanya, baik berupa pendidikan akademik, karakter maupun agama. 

  • Mencoba Untuk Tetap Sehat Secara Mental 

Ibu rumah tangga tentu tidak punya banyak waktu untuk mengurus diri sendiri. Kehidupan sehari-harinya tidak pernah sepi. Tentu saja, berpegang teguh pada rutinitas ini membuat siapapun mudah bosan. Belum lagi jika si kecil masih memerlukan perhatian penuh. Bahkan jika si kecil bisa tenang dan tidur selama beberapa jam, Moms akan segera mengurus pekerjaan lain, seperti membersihkan rumah atau memasak untuk suami.

Setelah melahirkan, tubuh Moms tidak akan sama seperti sebelum hamil dan melahirkan. Hal ini biasanya mengurangi rasa percaya diri dan Moms tidak memiliki waktu untuk berolahraga atau merawat tubuh karena terlalu sibuk mengurus si kecil. Dijamin, Moms akan gampang stress dan frustasi. Untuk mengatasinya, diperlukan support system yang luar biasa dari orang-orang terdekat. 

  • Mengesampingkan Kebutuhan Pribadi Demi Keluarga

Meskipun sudah menjadi Ibu, seorang wanita terkadang ingin memiliki masa-masa keemasan di masa remajanya. Belanja tas, sepatu, pakaian, kosmetik, dan lainnya yang sudah lama didambakan.

Namun, karena pekerjaannya hanya di rumah, ibu rumah tangga harus mengesampingkan semua itu dan memprioritaskan kebutuhan yang lebih penting. Bayangkan saja penghasilan suami harus dibagi rata antara uang dapur, tagihan listrik, uang saku si kecil, uang bensin, belum lagi sewa kontrakan yang harus ada di setiap bulannya beserta printilan lainnya. 

  • Tidak Punya Teman, Kecuali Si Kecil dan Suami

Karena sibuk sepanjang waktu dengan pekerjaan rumah, suami dan anak akan membuat seorang ibu rumah tangga tidak memiliki waktu untuk bersosialisasi dengan orang lain, baik itu tetangga maupun teman lama. Akibatnya, teman yang dimiliki adalah suami dan si kecil. Sangat mudah untuk merasa kesepian saat menjadi ibu rumah tangga.

Klik salah satu Customer Service kami pilih reseller jika anda reseller, pilih customer biasa jika anda customer