Kotor dan Berantakan Bukan Halangan bagi Si Buah Hati untuk Mengexplore Lingkungan Sekitar

Bunda, kini Si Buah Hati sudah menginjak usia setahun, usia aktif di mana rasa penasaran mereka yang semakin besar. Di masa ini, tidak sedikit Bunda yang khawatir bisa melepaskan pandangan, sedikit saja, dari Si Buah Hati. Apalagi saat mereka memasukkan benda asing ke mulut, bermain pasir di pantai, bermain bola di tanah basah usai hujan, atau hal kotor lainnya. Tapi ingatkah Bunda dengan slogan “Kotor itu Belajar”? Ya, sebetulnya Si Buah Hati belajar mengenal sesuatu dalam aktivitasnya yang lekat dengan hal kotor. Mereka pun akan mulai mengenal alam dan benda lain yang ada di luar ruangan, selain perkakas di rumah.

Seperti ketika Si Buah Hati bermain ayunan dan perosotan di taman rekreasi. Mungkin saja alat permainan itu tidak higienis, tapi lihatlah sisi lainnya, Si Buah Hati bisa bermain dengan teman sebaya dan mulai bersosialisasi. Mereka akan belajar berbagi dengan yang teman, juga bermain bergantian. Dan ketika bisa bermain bola sepak dan berlari di lapangan yang basah karena terkena hujan, sesungguhnya Si Buah Hati sedang melatih imun tubuhnya untuk menjadi lebih kuat.

Jadi, Bunda tidak perlu khawatir bila Si Buah Hati bermain kotor-kotoran. Karena kotor tidak melulu salah dan membawa penyakit. Menurut Rini Utami Aziz, penulis buku Jangan Biarkan Anak Kita Bereaksi Menarik Diri, orangtua yang terlalu melindungi anak dari hal kotor, merepotkan, gelap, dan sebagainya akan menyebabkan Si Buah Hati tumbuh menjadi pribadi dengan perilaku tidak wajar.

Sebuah penelitian yang dipublikasikan Journal of Allergy and Clinical Immunology pun menyatakan, lingkungan yang terlalu bersih bisa menyebabkan alergi pada Si Buah Hati. Alergi ini termasuk alergi makanan dan saluran pernapasan seperti asma. Karena Si Buah Hati kekurangan paparan dari pelbagai bakteri dan alergen pada awal kehidupannya.

Klik salah satu Customer Service kami pilih reseller jika anda reseller, pilih customer biasa jika anda customer