Seberapa Bahaya Mioma, Kista, Endometriosis?

Menjadi perempuan itu banyak tantangannya. Salah satunya adalah kita harus aware terhadap berbagai penyakit mengintai yang bisa saja terjadi pada hidup kita. Mioma, kista dan Endometriosis adalah penyakit kandungan yang banyak dialami oleh perempuan-perempuan usia reproduksi sampai dengan sebelum menopause, banyak juga remaja yang mengalami, dan perempuan yang sudah menikah yang menginginkan anak.

Mioma 

Untuk mioma variasinya banyak, ada yang kecil dan besar. Kalau miomanya besar, menstruasinya darahnya banyak. Kalau wanita normal mengganti pembalut 3-4 kali sehari, sedangkan yang tidak normal sebanyak 6-7 kali sehari dan darahnya bergumpal. Nah ini adalah tanda penderita mioma. Jika ukurannya sudah besar seperti kepalan tangan dan ada benjolan di perut. 

Biasanya dalam kasus kehamilan didapatkan ada mioma. Kehamilannya akan tetap dilanjutkan, tidak akan ada operasi pengangkatan mioma selama kehamilan, karena mioma dan bayi berada di dalam rahim yang sama. Namun, pengidap mioma dan mereka yang tidak mengidap mioma memiliki resiko yang berbeda, seperti munculnya kontraksi-kontraksi sebelum 9 bulan, sehingga rahim terasa kencang dan keras, padahal usia kehamilannya baru 7 bulan hingga terjadinya persalinan dan menyebabkan bayi prematur. Ada pula saat USG posisi bayinya tidak normal, seperti melintang dan sungsang.

Operasi sesar tentu dilaksanakan saat kehamilan sudah berusia 9 bulan, saat itu pembuluh darah rahim membesar dan menjadi lebih aktif, karena harus menyuplai darah ke bayi dan plasenta. Oleh karena itu, tidak dilakukan pengangkatan mioma saat operasi sesar, karena akan meningkatkan resiko untuk ibu tersebut. Selama operasi sesar, banyak darah yang keluar, apalagi jika ditambah dengan pengangkatan mioma, volume darah tentu saja akan bertambah. Sebaliknya, jika dokter menilai ukuran dan letaknya mudah dilakukan, mioma bisa diangkat.

Untuk pengobatan mioma, selain operasi pengangkatan, tidak ada terapi untuk mengecilkan ukuran mioma, termasuk suntikan insulin.

Kista

Kista sulit dicegah karena kista ketahuan saat sudah terjadi. Jika Moms mengalami nyeri haid dan hasil USG menunjukkan gambaran kista, maka sudah terjadi kista endometriosis. Tidak ada pencegahan khusus. Pengobatan endometriosis biasanya membuat menstruasinya sedikit, bahkan tidak haid. Setelah mengetahui bahwa itu adalah endometriosis, Moms akan menerima perawatan untuk membuat kondisinya menjadi seperti itu. 

Jika kehamilan disertai kista, tidak ada masalah karena kista terletak di luar rahim. 

Miom dan kista masih ada peluang untuk tumbuh lagi setelah operasi, jika selama rahim itu masih ada, kecuali sudah menopause. Hal yang dapat dilakukan untuk pencegahannya adalah menghindari makanan yang banyak mengandung lemak, olahraga rutin, hindari polutan seperti rokok dan alkohol, hindari junk food. 

Endometriosis

Endometriosis adalah penyakit radang di mana dinding rahim berada di luar tempatnya. Jika memasuki otot rahim itu disebut adenomiosis. Endometriosis biasanya terjadi pada indung telur, membentuk kista atau balon. Kista bentuknya seperti balon atau kantong di indung telur, sehingga disebut kista endometriosis. Letaknya di dalam rahim dan juga bisa keluar dari rahim yaitu di indung telur. Selain itu, bisa juga masuk ke organ lain, seperti menempel pada dinding perut bagian dalam atau di dinding diafragma yang akan menimbulkan nyeri. Endometriosis tidak hanya muncul di indung telur dalam bentuk kista atau di organ-organ panggul lainnya yang akan membuat keluhan nyeri hebat, terutama saat haid.

Hal ini tidak hanya terjadi pada orang yang belum menikah, tetapi sering terjadi pada usia reproduksi antara 18-45 tahun. Karena penyakit tersebut bergantung pada hormon estrogen. Perempuan muda memiliki kadar hormon estrogen yang tinggi. 

Jika Moms memiliki kista atau endometriosis, keluhan utama yang dirasakan adalah nyeri haid yang parah, baik volume darahnya ataupun rasa nyerinya, sehingga tidak bisa beraktifitas dan mengandalkan obat anti nyeri. Saat menjalani pemeriksaan USG ternyata ada kista endometriosis. 

Jika tidak ditangani dalam waktu yang lama, volumenya akan meningkat terlebih dahulu dan akan lebih sulit untuk diobati daripada ketika volumenya kecil. Kedua, gejala yang semakin parah, jumlah darah yang keluar setiap haid selalu banyak yang lama kelamaan akan menyebabkan anemia. Ketiga, jenis mioma yang mengganggu dinding rahim dapat menyebabkan gangguan kesuburan. Jika miomanya tidak diobati, maka saat usia semakin bertambah, semakin sedikit sel telurnya dan kualitasnya semakin kurang baik. Jika kista endometriosis tidak diobati dalam jangka panjang, kista akan menjadi lebih besar dan rasa sakit akan meningkat, juga dikhawatirkan akan mengganggu organ lain di panggul, seperti saluran kencing, ginjal, kandung kencing, saluran cerna, usus besar bagian akhir. Jika dibiarkan, akan menyebar ke organ sekitarnya. Pada endometriosis kaitannya dengan masalah kesuburan.

Miom bersifat jinak, termasuk tumor yang jinak bukan tumor yang ganas. Kalau kista atau kista endometriosis ini juga bersifat jinak tetapi ada potensi untuk menjadi ganas, walaupun kemungkinannya kecil. 

Penyakit miom atau endometriosis ini adalah penyakit yang tergantung oleh hormon estrogen yang bersumber dari kolesterol dan banyak ditemukan di lemak-lemak tubuh. Hindari makanan berlemak tinggi, karbohidrat tinggi atau gula tinggi, perbanyak protein, sayur dan buah sebagai komponen vitamin dan mineral dan antioksidan.

Pada saat kehamilan, penyakit-penyakit ini akan menjadi tidak aktif, karena hormonnya ditekan. Tentu saja pada saat kehamilan tidak datang haid dan bebas nyeri haid. Tetapi setelah melahirkan 40 hari organ-organ kandungan akan kembali keukuran normal. Kemudian saat menyusui eksklusif selama 6 bulan, setelah itu menyusuinya mulai berkurang dan masuk makanan pengganti, maka secara alami fungsi hormonnya akan kembali ke awal lagi, sama seperti kondisi sebelum hamil. 

Setelah menjalani operasi endometriosis. Penyakit ini dari data menyebutkan itu angka kambuhnya tinggi, sehingga bisa saja jika dilakukan operasi di tahun ini, lalu tahun depan muncul lagi. Upaya pencegahan kambuhnya endometriosis setelah operasi ini antara lain disuntik obat GnRH (gonadotropin releasing hormone) selama satu bulan sekali setiap 4 minggu, durasinya bisa 3 atau 6 berturut-turut. Ini adalah upaya mencegah kekambuhan pasca tindakan operasi. Selain suntikan, ada juga pil. Selain itu, tetap harus ada pemantauan agar tidak kambuh.

Untuk penyakit endometriosis terapi obat-obatannya berupa hormon, tujuannya untuk menekan hormon estrogen. Pada pengobatan endometriosis, hormon estrogennya ditekan agak rendah, tetapi tidak sampai level seperti orang menopause. Jika menopause hormon estrogen nya itu drop, mulailah muncul gejala seperti badannya terasa panas, tulangnya kepadatannya menurun, resiko penyakit jantung dan pembuluh darah, saluran kelamin luarnya terasa kering karena estrogennya rendah. Pada pengobatan endometriosis, estrogennya ditekan, tapi sampai level pengobatan endometriosis saja, tidak sampai membuat seseorang seperti seorang menopause. Namun, ovulasinya akan terganggu dan program hamilnya tidak bisa tercapai jika memakai obat-obatan penekan endometriosis. 

Hormon estrogen tidak hanya ada di perempuan, namun di laki-laki juga ada dengan kadar yang rendah. Tidak seperti perempuan yang memiliki kadar tinggi, karena memiliki indung telur sebagai penghasil utama hormon estrogen di tubuh. 

Primrose belum masuk sebagai pengobatan standar untuk ketiga penyakit tersebut. Walaupun memang saat diteliti primrose punya sifat anti radang, secara umum kesehatannya bisa baik. Apakah spesifik dapat mengobati jawabannya belum. Bisa untuk menyembuhkan peradangan, jika untuk menyembuhkan belum ada jurnalnya. 

Kalau miom bersifat jinak. Namun jika ukurannya sampai 20cm, bisa bahaya dan mengganggu. Kalau kista ada yang jinak dan ganas. Selama sifatnya jinak, tidak terlalu membahayakan. Kalau endometriosis, menyangkut masalah fertilitas yang akan mengganggu proses ovulasi, proses pembuahan, proses kualitas dari sel telur perempuan. Hal ini membahayakan karena dapat menyebabkan sulit memiliki keturunan. 

Untuk Moms yang mengalami gejala-gejala yang rasanya tidak normal, seperti nyeri haid yang hebat, nyeri panggul di luar siklus haid, terasa benjolan yang mengganjal di panggul, atau sulit memiliki anak setelah menikah sekian lama. Sebaiknya diperiksakan saja ke dokter kandungan, nanti akan dievaluasi dengan USG, apakah ada penyakit-penyakit kandungan seperti miom, kista dan endometriosis.

 

Referensi :

dr. Riyan Hari Kurniawan, Sp.OG – KFER (Dokter Spesialis Obstetri & Ginekologi). Seberapa bahaya Mioma, Kista Endometriosis? https://www.instagram.com/tv/CYBvVG_JDfB/?utm_source=ig_web_copy_link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Klik salah satu Customer Service kami pilih reseller jika anda reseller, pilih customer biasa jika anda customer