Sepenting apa bahan kain yang Hypo-Allergenic untuk produk anak?

Untuk mencegah alergi yang terjadi pada kulit bayi yang sensitif, dibutuhkan perawatan dan cara mengatasi masalah alergi kulit yang tepat. Beberapa bayi memang lebih sensitif terhadap produk bayi dibandingkan bayi lainnya. Hal ini terjadi karena adanya perbedaan pada tipe kulit serta sistem kekebalan tubuh mereka. Contohnya, ketika tubuh tidak memproduksi protein filaggrin pada kulit, fungsi kulit untuk melindungi tubuh jadi tidak maksimal. Hal ini bisa menyebabkan eczema, yaitu salah satu gejala alergi pada kulit.

 

Selain itu, risiko alergi juga semakin meningkat pada bayi yang baru lahir, ketika sistem kekebalan tubuhnya belum bekerja dengan sempurna bertemu dengan berbagai hal dari lingkungan yang bisa mengiritasi kulitnya. Penggunaan produk bayi yang tepat dengan cara yang tepat pula bisa membantu mengatasi masalah alergi.

Tapi sebaliknya, penggunaan produk bayi yang salah justru bisa menyebabkan reaksi alergi seperti ruam dan gatal. Karena itulah, pemilihan produk bayi yang tepat sangat penting. Salah satu cara untuk mengurangi risiko alergi adalah dengan menggunakan produk bayi yang telah tested hypo-allergenic. 

Daya tahan tubuh bayi terbilang lemah dibandingkan dengan orang dewasa. Selain itu, tingkat daya tahan tubuh bayi juga dipengaruhi berbagai faktor, seperti warisan genetik, lingkungan tempat tinggal, cuaca, dan proses perawatannya. Ada bayi yang lebih sensitif terhadap penyebab alergi (dikenal dengan sebutan alergen) dan ada pula yang tahan terhadap penyebab alergi. Itulah sebabnya para orang tua wajib melindungi kesehatan buah hati sejak lahir secara teliti supaya risiko alergi dapat diminimalkan.

Alergi akibat makanan baru bisa dideteksi setelah bayi mengonsumsi makanan tertentu. Namun, alergi kulit yang belum terdeteksi dapat diminimalkan dengan berbagai cara, salah satunya adalah menggunakan produk hypoallergenic yang terbukti aman bagi kulit bayi. Sekarang, ada berbagai produk pembersih peralatan bayi yang bersifat hypoallergenic, antara lain detergent dan pembersih botol susu serta peralatan makan bayi. Kuma Kuma sendiri memiliki product yang sudah hypo-allergenic tested. Seperti Pillow dan Bolster Tencel Rilakkuma by Kuma Kuma serta handuk dan product bedding kita lainnya.

Contoh Alergi kulit pada bayi yang paling sering terjadi jika moms tidak hati-hati memilih produk untuk anak 

Alergi kulit yang terjadi pada bayi dapat muncul dengan berbagai gejala dan bentuk. Berikut ini beberapa alergi kulit yang umum terjadi di antaranya, yaitu:

1. Eksim

Eksim merupakan masalah kulit paling umum yang sering dialami bayi. Sekitar 10% anak atau bayi di dunia pernah menderita eksim. Penyebab eksim terjadinya karena faktor genetik dan lingkungan. Eksim pada bayi dapat membuat kulit terasa gatal. Apalagi jika kulit yang gatal itu digaruk, maka hal ini akan menimbulkan kulit terasa semakin gatal.

Eksim yang dialami pada bayi dapat ditandai dengan munculnya ruam di kepala atau wajah. Kemudian, ruam ini menyebar ke dada dan lengan bayi. Selain timbul ruam, eksim juga dapat dikenali dengan tanda kulit kering, menebal, dan terjadi infeksi pada kulit. Untuk mengatasi masalah eksim ini, Anda bisa meredakan eksim dengan mengoleskan krim pada kulit bayi.

Selain itu, Anda juga perlu menghindari penggunaan deterjen atau sabun yang dapat mengiritasi kulit, terutama kulit bayi yang sensitif. Lalu hindari penggunaan atau bersentuhan dengan bahan kain yang kasar agar eksim tidak semakin gatal.

2. Dermatitis kontak

Sama seperti eksim, dermatitis kontak merupakan jenis alergi kulit yang sering terjadi pada bayi. Dermatitis kontak dapat disebabkan karena kontak langsung dengan berbagai zat yang dapat memicu alergi. Zat pemicu pada dermatitis kontak sangat banyak, mulai dari deterjen, parfum, sabun, bulu hewan, hingga debu.

Selain itu, bahan kimia yang biasa ada pada obat-obatan yang digunakan pada kulit, pasta gigi dan obat kumur, hingga logam pun dapat menjadi zat pemicu terjadinya dermatitis kontak pada bayi.

Menurut ahli, dermatitis kontak ini merupakan inflamasi yang dapat menyebabkan terjadinya ruam yang besar, rasa gatal yang parah, kulit kering dan bersisik, hingga rasa terbakar di kulit. Ruam yang dialami bayi karena dermatitis kontak dapat terjadi pada seluruh tubuh bayi.

Untuk mengobati dermatitis kontak pada bayi, cara yang bisa Anda lakukan sebenarnya tidak berbeda jauh dengan eksim. Hal pertama yang Anda bisa lakukan adalah menjauhkan bayi dari hal-hal yang dapat menyebabkan alergi.

Kemudian, coba berikan obat antihistamin jika rasa gatal semakin memburuk. Obat antihistamin merupakan kelompok obat yang digunakan untuk mengobati reaksi alergi. Obat antihistamin dapat bekerja dengan cara memblokir zat histamin yang diproduksi oleh tubuh.

Namun, jika Anda ragu untuk memberikan obat antihistamin pada bayi, Anda bisa konsultasikan dengan dokter anak agar mendapat penanganan alergi secara aman dan tepat.

 

Klik salah satu Customer Service kami pilih reseller jika anda reseller, pilih customer biasa jika anda customer